Tuesday 7 April 2020

Lima (5) Tips Menjadikan Delivery Order sebagai Solusi di Krisis Covid-19


Delivery order tidak bisa disangkal menjadi salah satu solusi bagi para peritel menghadapi situasi terkini di mana banyak orang tidak bisa atau malah khawatir keluar dari rumah sehingga delivery order (layanan antar) barang dari para toko/peritel khususnya untuk peritel kebutuhan sehari-hari menjadi solusi yang paling masuk akal untuk hari ini.
Bagi peritel ini adalah peluang yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Banyak peritel mengeluh bahwa bisnisnya sedang mengalami penurunan 20% sampai 30% tetapi ketika disodorkan opsi delivery order ada yang langsung bergerak tetapi ada juga yang santai santai saja alias tidak menganggap bahwa delivery order adalah sesuatu yang solusi untuk hari ini.

Mari saya berikan informasi berikut ini. Di Jakarta, dalam situasi normal jika kita pesan barang untuk delivery order paling lama dalam 2 hari bisa mendapatkan barang yang kita inginkan tetapi sekarang delivery order hanya dilayani jika anda memberikan waktu 3 hari sampai dengan 5 hari. Artinya mereka sendiri kewalahan melayani permintaan konsumen akan kebutuhan mereka. Ini tidak berlaku hanya untuk kebutuhan pokok tetapi juga untuk kebutuhan yang sedang populer belakangan hari ini yaitu kebutuhan akan alat kesehatan, suplemen, kebutuhan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, produk dan bahan disinfektan, dan lain-lain kebutuhan yang muncul di saat situasi wabah Covid 19 sekarang ini.

Tips Menjalankan Delivery Order
Berikut lima tips dalam menyiapkan delivery order. Menyiapkan Delivery order yang baik bukan hal yang sepele sehingga harus dipersiapkan dengan matang. Jangan sampai menjadi nilai kurang dari layanan kita.

1. SOP
Tentu saja sebelum menjalankan sebuah jenis pekerjaan harus disiapkan SOP-nya. Harus ada kejelasan prosedur mulai dari di media mana kita mengumumkan layanan kita, sarana untuk menerima pesanan, apakah melalui aplikasi, website, via WA, atau bahkan melalui telepon. 
Cara pembayaran yang aman sekaligus nyaman bagi pelanggan. Dan berapa lama barang akan dikirim.
Langkah demi langkah untuk menyelesaikan sebuah pesanan dari awal sampai akhir proses belanja dengan layanan antar.

2. Infrastruktur
Delivery Order tentu saja membutuhkan infrastruktur seperti motor yang mampu mengangkat barang dalam jumlah yang memadai atau bahkan mobil jika pesanan melonjak tinggi. Masalahnya berapa banyak kendaraan yang dibutuhkan. Siapkah Anda ketika permintaan melonjak tinggi?

3. Personel
Yang tidak kalah penting adalah petugas yang layak untuk melayani delivery order. Tentu saja petugas yang mampu membawa kendaraan dengan baik. Bukan saja tersedia orangnya tetapi juga kelengkapan personel mulai dari masker, hand sanitizer, helm, hand phone yang dilengkapi GPS untuk kecepatan pencarian alamat harus diperhatikan.

4. Penawaran Khusus untuk Up Selling
Sebagai daya tarik dan juga untuk meningkatkan average basket (nilai belanjan per keranjang), Anda bisa memberikan penawaran khusus bagi layanan delivery order, Misalkan Anda bisa memberikan penawaran: “Cukup belanja Rp 150.000 belanjaan Anda kami antar ke rumah”.
Lalu ada beberapa produk unggulan yang diberikan harga khusus sehingga pelanggan bisa membeli sekaligus. Atau gara-gara produk unggulan itu pelanggan juga belanja produk lain. Saat pelanggan memesan, petugas bisa melakukan aktivitas up selling dengan pertanyaan, “Kami juga punya produk XYZ yang sedang harga khusus, apakah Bapak/Ibu ingin menambahkan ke pesanan Bapak/Ibu?”

5. Marketing dan Komunikasi
Setelah semua poin di atas siap, pekerjaan berikutnya adalah bagaimana Anda mengomunikasikan layanan delivery order yang Anda miliki berserta syarat dan cara melakukan pesanan.
Ada peritel yang dalam waktu segera menyiapkan infrastruktur kendaraan, kantong kurir motor, dan personil tetapi tidak siap di dalam mengkomunikasikan program delivery order-nya.
Dalam dunia marketing dan komunikasi sehebat apapun produk atau program yang anda miliki tetapi jika pesan tersebut tidak sampai kepada target market yang dituju maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Hal ini yang harus disadari oleh para peritel yang memiliki program delivery order supaya program ini bukan hanya untuk gaya-gayaan apalagi sekedar ikut-ikutan, melainkan menjadi solusi bagi pelanggan anda tetapi juga solusi bagi menahan penurunan omset/sales anda.
Apa media anda untuk mengomunikasikan bahwa anda punya program delivery order.
Anda bisa menggunakan cara-cara konvensional seperti pengumuman di toko, spanduk di jalan jalan, di depan toko.
Di dunia serba digital maka anda bisa memanfaatkan media sosial. Pertanyaan berikut, bagaimana media sosial Anda? Ada yang tidak memiliki media sosial yang layak, artinya media sosial lagi-lagi hanya buat gaya-gayaan, bukan dioptimalkan untuk kepentingan bisnis. Banyak yang menganggap media sosial bisa dikelola dengan cara dirangkap atau disambi. Jika media sosial dikelola dengan cara disambi hasilnya pun akan sambilan. Anda tidak bisa berharap program Anda populer dengan menangani secara sambilan. Di bisnis yang punya divisi yang mengelola media sosial pun bisa mengalami kendala ketika orang yang dipercaya tidak mampu memahami konsep marketing apalagi yang dikelola secara sambilan.

Hal-hal yang dulu kita anggap tidak terlalu penting atau belum perlu untuk dikelola secara serius, di dalam situasi krisis seperti sekarang ini menjadi hal-hal yang sangat relevan. Dulu delivery order dianggap sebagai tambahan pelayanan saja, tetapi sekarang menjadi solusi penting bagi bisnis anda. Media sosial yang dulu dianggap sebagai tambahan dalam marketing tetapi sekarang menjadi faktor sangat penting ketika sebagian besar orang di rumah kan? Dan mereka sangat mengandalkan handphone mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bisa kita lihat e-Commerce sekarang adalah bisnis yang sedang booming karena mereka menerima pesanan begitu banyak sampai-sampai service level mereka atau tingkat layanan mereka jatuh sampai hanya tinggal 40% saja, bahkan ada yang yang hanya 10% saja. Mengapa? karena ketidaksiapan infrastruktur di dalam menghadapi situasi yang meningkat secara cepat.
Dalam situasi sekarang kecepatan dalam mengambil keputusan sangat lah penting. Kecepatan beradaptasi dengan situasi terkini juga penting.
Bukan saatnya untuk mengeluh atau apalagi menyalahkan pihak lain seperti keadaan, pemerintah, pemasok, dan lain sebagainya.

Ini adalah saat untuk mencari solusi yang paling tepat dan memberikan hasil semaksimal mungkin dengan tetap memperhatikan efisiensi.
Semoga bermanfaat. Untuk mendapatkan artikel ini dalam bentuk audio Anda silahkan mengakses podcast Retail Guru (anchor.fm/retailguru) juga artikel dan tips seputar mengelola bisnis retail Anda.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.