Sunday, 27 May 2018

Mau Buka Bisnis Retail Butuh "KONSULTAN" atau "OUTSOURCING Mengaku Konsultan"

Beberapa hari ini saya sering, beberapa kali, mendapatkan telepon dari beberapa calon klien yang mau membuka bisnis retail. Ada yang baru mau masuk ada juga yang ingin bertransformasi ke bisnis retail yang lebih modern.

Setelah bincang-bincang biasanya mereka akan meminta penawaran. Ujung-ujungnya mereka menghilang begitu saja. Bisa ditebak, ternyata mereka menyatakan harga saya mahal.
Meskipun saya tidak pernah takut jika dicap mahal namun saya tergelitik untuk melakukan edukasi kepada calon pebisnis yang baru mau masuk ke sektor retail ini.
Mahal itu relatif, dibandingkan dengan apa? Harga berbanding kualitas masih berlaku.

Biasanya makin sedikit pengetahuannya tentang bisnis retail maka makin mudah pebisnis diberi angin surga, sesuatu yang indah-indah, dan rata-rata angin surganya berbunyi, "Bapak terima beres. Tiga bulan kami tangani sampai buka dan bapak terima beres saja, 3 bulan kami serah terima. Jika bapak happy kita bisa lanjut dengan konsultasi jangka panjang atau selesai."
Indah bukan? Mau masuk ke bisnis baru, terima beres. Inilah yang saya sebut sistem outsourcing buka toko.
Jika mereka membandingkan saya dengan outsorcing (alihdaya) tersebut maka itu bukan perbandingan apel dengan apel melainkan seperti membandingkan apel dengan kesemek.
Apa kerugiannya?
Paling utama adalah pebisnis tidak tahu menahu prosesnya, sehingga sampai nanti buka toko sedikit sekali yang diketahui oleh pebisnis tentang bagaimana menyiapkan dan menjalankan toko retail modern.
Kedua, dalam kasus yang berbeda pebisnis akan dirugikan dengan kesepakatan-kesepakatan di bawah tangan yang dia tidak ketahui khususnya yang menyangkut perjanjian dengan pemasok. Jika Anda tahu nilainya maka angkanya fantastis. Maka tidak heran jika sistem konsultan outsourcing berkedok konsultan ini bersedia dan tidak keberatan menawarkan biaya/fee untuk jasanya yang murah saja karena sangat tahu ada sesuatu dibaliknya. Saya sudah di bisnis ini hampir 30 tahun dan saya tahu sekali apa yang bisa diperoleh dari bisnis ini jika dikelola dengan benar.
Ketiga, akan menimbulkan ketergantungan jangka panjang atau ketidaktahuan permanen. Kontrak selesai pebisnis tidak tahu menahu tentang bisnisnya, lanta muncul lah masalah-masalah akibat ketidaktahuannya tersebut.

Apa bedanya? Konsultan yang sesungguhnya tidak mengerjakan untuk dan atas nama pemilik bisnis (pebisnis). Sesuai namanya, konsultan setelah tahu apa yang diinginkan oleh pebisnis akan memberitahu dua hal:
1. What to do?
2. How to do it?

Pertama, konsultan akan memberi tahu apa-apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.
Kedua, proses konsultasi adalah proses alih teknologi/pengetahuan sehingga pebisnis yang tadinya tidak tahu alias nol dalam bisnis ini menjadi tahu dan suatu saat akan mampu menjalankan bisnisnya secara mandiri. Jika pun dia mengendalikan orang-orang yang berpengalaman sekali pun, dia sudah tahu prinsip-prinsip dasarnya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat tanpa ragu.
Konsultan mendampingi dan memberi nasehat yang tepat sehingga pebisnis tidak perlu melakukan banyak kesalahan yang sudah dilakukan oleh orang lain untuk bisa berhasil dengan cepat.
Konsultan yang tepat akan mengajarkan pebisnis untuk membangun bisnis secara benar sejak awal sehingga ketika dia bertumbuh maka akan terjadi proses copy paste di mana yang dicopy/digandakan adalah hal yang benar.

Kesimpulannya, apapun pilihan pebisnis selalu ada sisi baik dan sisi buruknya.
Jika tidak mau repot, tidak mau belajar, tidak peduli berapa keuntungan yang semestinya masuk ke Anda, maka pilihlah sistem outsourcing berkedok konsultan (sistem borongan).

Sebaliknya, jika mau repot belajar dari nol, mengalami seluk beluk bisnis retail, memang lebih makan waktu, menyiapkan landasan bisnis yang kokoh demi masa depan maka Anda harus pilih konsultan yang tepat, teruji, dengan rekam jejak yang jelas.

Semoga bermanfaat.
#konsultanretail #bisnisretail #RetailExcellenceSeries
#RetailConsultantTrainerAuthor
#BukuRetailExcellenceSeries #supermarket #departmentstore #specialtystore

No comments:

Post a Comment